Ngentotin+Anak+(1) Cerita Sex Sedarah   Meraih Kenikmatan Bersama Kedua Putri Mungilku
Ngentotin Anak Sendiri yang masih puber..
Aku sudah menjadi polisi hampir 20 tahun. Di pagi ini aku telah menyelesaikan shift malamku dan pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah aku melakukan hal yang rutin, sarapan satu mangkuk
sereal dari gandum, pergi mandi, lalu tidur. Kamar tidur kami mempunyai
tirai gelap untuk menahan sinar matahari, sehingga aku dapat tidur
dengan mudah sepanjang hari, karena aku juga kebagian shift malam, maka
tidur 8 jam yang baik sangatlah penting buatku. Setelah mandi, aku
menggantungkan seragam, dan mengenakan jubah mandiku. Aku menuju ke sisi
lain dari tempat tidur, tempatku sendiri. Dalam keadaan gelap, aku
hanya bisa memandangi sebentar siluet tubuh dari istriku, lalu
kuhempaskan diriku perlahan ke ranjang.

Aku melepaskan jubah mandiku dan merayap ke dalam tempat tidur, sudah
dari tahun ke tahun kita menyepakati sebuah kode. Shift malam yang
panjang dapat membuat anda benar-benar horny, dan aku juga menemukan
bahwa berhubungan intim yang baik dapat membuat anda tertidur dengan
perasaan bahagia. Jika aku membangunkan istriku dengan kasar maka dia
akan menolak berhubungan intim dan memohon kepadaku untuk membiarkannya
tidur. Sehingga rencanaku adalah bermain-main dengannya, membuatnya
siap, tetapi juga dengan cara yang pelan dan halus.
Aku memulai dengan mengelus-elus lembut pahanya, sekedar gelitik kecil,
hanya agar membuat dia merasa seperti dipijat secara pelan, aku tahu
kalau dia juga suka disentuh, dan itu membuatnya terangsang. aku
menghabiskan sekitar 10 menit untuk menjamah dan mengelusnya, lalu
berhenti di belahan vaginanya. Aku tidak tergesa-gesa. Aku tahu, jika
kaki-kakinya menegang dan agak membuka, maka dia pasti menginginkan
lebih dari itu.
Hari ini terasa berbeda, dia mungkin benar-benar tertidur nyenyak atau,
sengaja mempermainkanku, agar aku berbuat lebih dari itu, aku juga
menyukainya seperti yang dia inginkan. Seperti yang aku katakan, aku
tidak terburu-buru. Kadang-kadang kita bisa menghabiskan waktu dengan
hanya saling belai. Setelah suatu 20 menit, aku mendapati sinyal
darinya, suatu bisikan kecil, seperti seekor kucing mendengkur dari
bibirnya, yang diikuti oleh suatu gerakan kecil, dan kaki-kakinya mulai
melebar.
Sekarang pertama-tama kusentuh vaginanya dengan lembut, aku merasakan
dia sengaja memakai celana dalam mininya. Sedikit nakal. Setelah 17
tahun pernikahan, dia masih sering memberiku kejutan, seperti kali ini.

Ngentotin+Anak+%282%29 Cerita Sex Sedarah   Meraih Kenikmatan Bersama Kedua Putri Mungilku


Aku dengan lemah-lembut menggosok vaginanya, di klitorisnya dengan jari,
perlahan-lahan. Kain nya seperti sutera dan halus ditanganku. Kucari
labianya, lalu kuselipkan tanganku dibalik celana dalamnya. Ya tuhan dia
sudah basah. Aku masih tidak tahu apakah dia sudah sepenuhnya terjaga.
tetapi tidak masalah, kita sering bermain-main seperti ini, tanpa
satupun dari kita yang mengeluarkan sebuah kata-kata. Itu menambahkan
sensasi. Biarlah imajinasi kita bermain.

Erangan kecil keluar dari bibirnya. Kini waktunya untuk ke tingkatan
yang berikutnya. Tubuhku termasuk berotot, Aku bisa berlatih di dalam
gimnasium berjam-jam pada waktu yang sama, otot-ototku sungguh ditempa,
terutama tangan-tangan dan kakiku, besar sekali. Jari-jariku seperti
sosis-sosis yang gemuk. Aku menyisipkannya, melebarkan bibir vaginanya
dan mulai menyisipkannya pelan-pelan di liang vaginanya. Kudorong masuk
dan kutarik secara perlahan-lahan, berkali-kali, liang vaginanya yang
basah membantu jariku meluncur dengan mudah ke dalam.

Kadang-kadang dalam posisi ini dia sudah tidak tahan lagi, dan
mengatakan: “Steve, segera setubuhi aku, masukkan penismu ke dalam
sayang, aku sudah tidak tahan lagi!”. Tetapi tidak ada apa pun hari ini,
dia sudah memulai untuk mendorong dirinya sendiri ke jari-jariku,
menginginkan lebih. Aku memasukkan 2 jariki di dalam liang vaginanya,
dan dia mengerang lagi.

Dia bergerak sedikit punggungnya dihadapanku, Kaki kanannya sudah
diangkat memberi aku akses lebih besar kepada vaginanya. Sekarang aku
dapat benar-benar bermain. Dengan 2 jari di dalam nya, aku dapat mulai
untuk mempermainkan ibu jariku di lubang duburnya bergantian dengan
bibir vaginanya. Cairan vaginanya mulai membanjir, dan ibu jariku terus
menggosok lembut lubang duburnya. Dia mulai menggerakkan tubuhnya maju
mundur. Ibu jariku menggosok-gosok di lubang duburnya, sedangkan kedua
jariku bermain di titik G-Spotnya. Aku melanjutkan gerakan ini sampai
aku merasakan orgasmenya, tubuhnya gemetar, dan cairan vaginanya
membanjir, tumpah ketanganku.

Hal ini harus kuperbuat, dan pengalaman sudah membuktikan bahwa
memasukkan penisku yang berukuran 9 inci ke dalam vaginanya tanpa
membuat dia orgasme dulu, dapat menyakitinya. Aku mencabut jari-jariku.
Aku memposisikan diri dan perlahan lahan memasukkan penisku membelah
liang vaginanya. Sangat tidak dipercaya vaginanya masih sesempit ini,
tetapi karena sudah basah, maka pelan-pelan penisku mulai memenuhi liang
vaginanya. Ada perasaan sedikit aneh ketika penisku masuk di liang
vaginanya.

Aku mulai melambatkan gerakanku. Dia suka sekali ketika vaginanya terasa
penuh. Dia suka sekali ketika ujung penisku menyodok hingga mentok ke
mulut rahimnya, dan liang vaginanya merengang lebar mengikuti bentuk
otot-otot di batang penisku. Hanya beberapa sodokan, dia sudah
menggeram, dan mengerang tanda orgasme kedua telah dicapainya. Aku tidak
menyangka dia bisa orgasme lagi secepat ini, bahkan hanya dengan
beberapa sodokan. Dia pasti sedang bermimpi erotis sebelumnya, sehingga
dia bisa orgasme dengan cepat.

Salah satu bagian yang sensitif adalah puting susunya. Aku selalu
menyentuh keduanya di saat terakhir, keduanya sangat sensitif. Aku
memeluknya erat, tanganku menjamah kedua buah dadanya, jariku bersiap di
puting-puting susunya. Kurasakan buah dadanya sangat membulat penuh.
Buah dadanya hanya berukuran 34C, tetapi hari ini aku rasakan, buah
dadanya sangat kenyal dan besar. Pikiranku mulai melayang, memikirkan
perbedaan ini.

Dia mengerang dan mengejang di pelukanku, dengan berirama aku
mengayunkan pinggulku, menyodok-nyodok liang vaginanya, tanpa kesulitan
tak berapa lama kemudian dia telah mencapai orgasmenya lagi. Dia
menjerit dan mengerang histeris dalam orgasmenya. Aku belum pernah
mendengar dia seperti ini sebelumnya. Gerakanku terhenti sejenak.

Pada detik berikutnya dia mengatakan sesuatu yang membuat jantungku hampir copot!

“Jangan berhenti ayah, ini sangat menakjubkan!”

Aku tercengang! Aku tahu bahwa tanpa suatu keraguan apapun, pada saat
ini aku sedang memuntahkan benih di dalam kandungan salah satu putriku.
Aku sangat shock, tetapi ini shock yang menyenangkan. Sudah ada keanehan
sebelumnya, celana dalam mungil, buah dada yang besar dari biasanya,
suara erangan dan jeritan yang belum pernah aku rasakan. Aku sekarang
sadar kalau ini adalah Sandra, atau Sandie panggilannya, dia memang
mempunyai buah dada yang paling besar di dalam keluarga ini. Aku pernah
mendengar dari istriku kalau ukurannya mencapai 32E.

Ngentotin+Anak+%285%29 Cerita Sex Sedarah   Meraih Kenikmatan Bersama Kedua Putri Mungilku


Aku tahu ini salah, tetapi pada saat ini, penisku menjadi semakin keras,
dan aku merasakan sensasi yang lain. Penisku menginginkan gesekan dan
denyutan dinding-dinding vagina putriku, dan menyemburkan spermanya ke
dalam liang yang menyenangkan ini! Sesaat aku bimbang. Di salah satu
sisi aku ingin berhenti, tetapi keinginan yang lebih besar
menyelimutiku, denyutan di penisku membuatku ingin berejakulasi! aku
bergerak tanpa dapat terkontrol lagi, dan memang akhirnya penisku tidak
dapat menahan lebih lama lagi, menyemburkan cairan putih kental,
menyemprot dengan deras di liang vagina putriku, lagi dan lagi…aku
mengerang, mengejang hebat!

Sandie sedang meraung dan menjerit pada waktu yang sama, Ya Tuhan,
jeritannya bisa membangunkan seisi rumah! Dia sedang orgasme hebat,
tubuhnya seperti meleleh, menyatu dengan diriku sendiri, menyatu dengan
ayahnya sendiri!

Tubuhku terasa lemas, tidak mampu digerakkan, tetapi aku tahu aku harus
bangkit. Tanganku hampir menjangkau sakelar lampu disisi tempat tidur.
Tetapi Sandie berkata:

“Jangan nyalakan ayah, berbaringlah denganku di dalam kegelapan”

Aku mulai panik, Hukum kita menilai ini hal yang sangat serius. Dan
ketika salah satu dari penegak hukum tertangkap menyetubuhi putrinya
sendiri, maka dapat dipastikan aku tidak mungkin bisa lari dari jeruji
penjara. Mereka akan mengurungku selama-lamanya!

Aku berkata “Sayang ayah sangat menyesal, aku mengira kalau kamu adalah
ibumu, aku masih belum tahu apa yang sedang terjadi ini!”

“Ya ayah, ibu mendapat panggilan darurat subuh tadi, ada kasus yang
perlu dirinya dan dia harus berangkat karena tidak ada yang dapat
menggantikannya”

“Itu tidak menjelaskan kenapa kamu ada di tempat tidur ayah ibumu?”

“Maafkan aku ayah, kemarin malam aku bersenang-senang dengan beberapa
teman sekelasku, dan minum terlalu banyak, sehingga ibu menyarankan
untuk tidur dengannya untuk meredakan sakit akibat mabuk semalam”

“Ayah sangat menyesal, sayang, Aku tidak tahu apa yang ada dipikiranku.
Aku tidak pernah berniat membuatmu merasakan hal ini untuk pertama
kalinya”

“Jangan kuatir ayah, aku sudah beraktivitas seksual selama setahun terakhir ini, dan ini bukan yang pertama kalinya bagiku.”

Aku masih shock, aku tidak tahu harus berbuat apa ataupun berpikir, aku
hanya tahu kalau penisku masih keras, ereksi, dan dan masih berada di
liang hangat vagina putriku yang masih berusia 16 tahun. Tanganku masih
sedang memegang dadanya, dan ya Tuhan, puting-puting susu mungilnya
masih tegak menyembul. Aku menyadari kalau jari-jariku masih bermain di
puting-putingnya. Apa yang harus kulakukan sekarang?

“Ayah, aku tahu kalau penis ayah masih ereksi, kumohon dapatkah kita
melakukannya lagi? tetapi kali ini, aku ingin menghisap penismu, aku
merasa penis ayah sangat besar. Aku hanya ingin menyentuhnya,
melihatnya, dan menghisapnya barang sebentar”.

Hari ini sangat penuh dengan kejutan-kejutan. Aku mendapatkan anak
perempuan kecilku itu sudah beraktivitas seksual; dia sangat ahli
dibandingkan dengan ibunya, secara bersamaan aku juga malu apa yang
telah aku lakukan. Aku merasa ini akan menjadi sesuatu yang menakjubkan,
selama tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.

“Sayang apa yang kita lakukan ini salah, tetapi sepanjang ini
menyenangkanmu dan membuatmu nyaman, Ayah tidak mempunyai alasan untuk
dapat menolaknya”.

” Oh Ayah, apakah ayah tahu bahwa aku selalu berfantasi, membayangkan
penis ayah memenuhi liang vagina putrimu ini. Kadang aku terbangun dan
mendengarkan ayah dan ibu, ayah sangat ahli dalam bercinta. Itu
membuatku terangsang. Walaupun ayah telah berumur dan tidak remaja lagi,
tetapi ayah tidak kalah dengan mereka semuanya. Sebaliknya, ayah sangat
hebat dan perkasa, membuat putrimu ini menginginkan dan merasakan lagi,
setubuhi putrimu ini ayah, aku ingin merasakan multi orgasme seperti
yang aku rasakan tadi secepatnya!”

Aku perlahan-lahan mulai menggerakkan pinggulku lagi. Kurasakan penisku
semakin keras, sekeras batang baja, aku jadi merasakan diriku kembali
muda lagi. Sandie juga mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya, merespon
dan menyambut sodokan-sodokan ayahnya sendiri, tak diragukan bahwa dia
akan orgasme lagi. Sekarang dia benar-benar menjerit, mengerang dan
terengah-engah hebat, tubuhnya mengejang tak terkendali, rintihannya
terdengar indah di telinga ayahnya. Memberikan kenikmatan yang luar
biasa baginya. Dia menggulingkan tubuhnya, penisku terlepas sejenak dari
liang surganya.

“Ayah, jangan dulu klimaks, aku ingin merasakannya, muntahkan semuanya di wajahku”

Dia mengangkat tubuhnya, dan sensasi berikutnya sungguh luar biasa, aku
merasakan penisku mulai memasuki mulutnya, kurasakan bibir mungilnya
menelusuri seluruh dinding penisku. Aku merasa di surga!

“Ayah, bisakah ayah menyalakan lampu? Bisakah ayah menjangkaunya?”.

Aku menyalakan lampu, dan disambut dengan pemandangan dari putriku yang
berumur 16 tahun sedang berlutut, menghisap kepala penisku ke dalam
mulutnya dia hanya bisa memasukkan penisku sekitar 3 inci ke dalam
mulutnya, penisku sudah memenuhi seluruh mulutnya. Dengan sedkit latihan
mungkin dia bisa seahli ibunya, dan bisa menelan penisku secara utuh di
kerongkongannya. Aku memandangnya dan berpikir, dia terlihat sangat
cantik sekali. Aku merasakan desakan-desakan di dalam kantung bolaku,
merayap di saluran menuju ke batang penisku. Dia sedang menghisap dan
menjilati kantung bolaku ketika penisku berkedut-kedut memuntahkan
seluruh sperma yang tertahan dari tadi. Dia terpekik kecil, tidak
menelan, dalam posisi ini dia memukul-mukulkan penisku di mukanya. Aku
benar-benar menyemburkan cairan maniku di seluruh mukanya. Putriku
berusaha menjilati dan menampung semua cairan maniku. Akhirnya dia telah
mengumpulkan dan menghisap setiap tetesan yang terakhir, dia membuka
mulut nya untuk menunjukkannya kepadaku dan lalu menelan nya, dengan
satu tegukan.

” Oh Tuhanku! Sandie, bagaimana bisa kamu melakukannya dengan ayah!”
Aku menoleh kearah datangnya suara. Di depan pintu kamar aku melihat
putri sulungku Melanie, berumur 17 tahun , dia memakai salah satu
T-shirt lamaku, sedang menyilangkan kedua tangan di dadanya. Wajahnya
menampakkan keterkejutan amat sangat!
Aku sedang duduk dengan punggungku bersandar di bantal, kaki-kakiku
terpentang lebar, dan putriku berada di antara kaki-kakiku, telanjang
dan hanya memakai celana dalam mini, tangan kanannya bahkan masih
menggenggam penisku Aku tertangkap basah!. Apa yang aku lakukan
sekarang?
Aku berbicara kepada Mel dengan tergagap “Ini tidak seperti yang kausangka sayang, aku mengira Sandie adalah ibumu”
“Jangan kuatir tentang dia yah, dia hanya cemburu, dia belum mempunyai
seorang pacar di dalam hidupnya dan dia hanya cemburu karena aku
memiliki penismu yang perkasa ini.”
Mel telah memasuki ruangan, dia sedang menatap pada penisku, yang sudah
mulai melemas sekarang, tetapi masih dengan ukuran yang menakjubkan.
Sandie memegang penisku di genggaman tangan kanannya seolah-olah segan
untuk melepaskannya.
“Bolehkah aku menyentuhnya ayah?” Mel berkata
Itu adalah kata-kata yang pertama keluar dari mulutnya.
“Ya sayang, silahkan”
Perasaanku sudah campur aduk. Sekarang aku diantara kedua putriku yang
berumur 16 tahun dan 17 tahun, di tempat tidurku memperhatikan penisku.
Aku tidak mengetahui bagaimana caranya lari dari hal ini, otakku terasa
kosong. Apakah Mel benar-benar masih perawan? Apakah dia belum pernah
menyentuh penis sebelumnya?

Ngentotin+Anak+%284%29 Cerita Sex Sedarah   Meraih Kenikmatan Bersama Kedua Putri Mungilku


Dia seorang anak gadis yang rajin belajar. Sama seperti ibunya, dengan
kepalanya selalu di buku dan terlalu serius untuk menerima semua yang
akan terjadi atau hal-hal yang menyenangkannya. Dia jangkung seperti
aku, tubuhnya ramping, seperti semua anak-anak perempuanku lainnya, dia
juga mempunyai buah dada, kira-kira berukuran 32C aku pikir. Rambut
pirangnya tumbuh sebahu, dan bagian yang terbaik di dirinya adalah kedua
matanya, besar dan bercahaya. Inikah putriku sekarang? Dan kedua mata
itu sekarang sedang mengamati langsung penisku, dan dia sedang
mengagguminya, kepala penisku berwarna kemerahan dan setelah ejakulasi
hingga dua kali, sekarang aku sedang berusaha keras untuk membuatnya
tegak kembali, tetapi akan memerlukan lebih banyak waktu.

“Ayah, apakah memang selalu besar seperti ini?”

Sebelum aku bisa menjawab Sandie berkata

“Mel, saat ini penisnya masih dalam keadaan lemas, kamu perlu melihat ketika ia ereksi, benar-benar luar biasa!”

Ada rasa bangga ketika mendengar kata-kata tersebut, dan melihat kesungguhan di mukanya.

Aku bertemu dengan istriku untuk pertama kalinya di kampus pelatihan
kepolisian, Jatuh cinta pada pandangan pertama. Menikah dan belum pernah
berpaling dengan yang lain. Pada waktu itu kita sama-sama masih perawan
dan aku masih perjaka, dan sejak itu kita saling mempercayai satu
dengan yang lainnya.

Sekarang, disini, aku sedang berusaha untuk menyetubuhi putri sulung dan
putri bungsuku sendiri, dan mereka sekarang mencoba membuat penisku
kembali berereksi. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya
memikirkan nafsuku sendiri, mengikuti arus kesenangan ini.

“Ayah, dapatkah kutunjukkan kepada Mel betapa nikmatnya menaruh penismu yang gemuk di dalam mulut ini” Sandie berkata.

“Aku pikir bahwa Mel dapat memutuskan apa yang dia inginkan untuk dilakukannya ketika dia merasa siap”

Lalu Mel maju ke depan dan mencoba untuk menjejalkan penisku ke dalam
mulutnya sekaligus, dia langsung tersedak dan terbatuk dalam hitungan
detik.

“Jangan seperti itu Mel!” Sandie berkata, “Seperti ini seharusnya” Dia
kembali berlutut, meraih penisku dari mulut kakaknya dan dengan
lemah-lembut mulai menghisap helmku. Dia memandang dengan senyum
manisnya kepadaku dan Mel bergantian “Begitulah caranya”

Mel berusaha dan beberapa menit kemudian, dia sudah bisa menelan sekitar
5 inci penisku ke dalam mulutnya, air liurnya mengalir jatuh di batang
penisku, tangannya sedang menggenggam dengan erat dan aku mengira aku
akan ereksi lagi. Pada usiaku, aku sedang berpikir. Sulit sekali untuk
kembali berereksi segera, tetapi keadaan ini telah menimbulkan sensasi
yang tinggi.

Sandie telah melepas celana dalam mininya dan sedang menggosokkan tangan
di celah vaginanya dan setiap dua atau tiga kali gosokan, dia
memasukkan jari di dalam liang vaginanya, aku bisa melihat kombinasi
antara maniku tadi dan cairan vaginanya, menetes diatas tempat tidur,
lubrikasi membuatnya mudah untuk mengocok liang vaginanya sendiri.

Mel juga meremasi buah dadanya sendiri yang masih terbungkus T-shirt,
dia menaik-turunkan kepalanya di penisku dan bermain di buah dadanya
sendiri di waktu yang sama.

“Mel, apakah lebih nyaman kalau kau melepaskan kausmu itu” Aku berkata

“Ya Ayah, aku juga berpikir demikian” Dia berhenti untuk sebentar dan melepas kaus melewati kepalanya.

Aku sedang memperhatikan kedua putri ku sekarang, kedua-duanya menjamahi
tubuhnya sendiri dan bermain di titik-titik sensitif mereka. Aku merasa
disurga.

“Mel berhentilah sebentar, berbaringlah dan akan kutunjukkan padamu
sesuatu yang aku tahu pasti kamu akan suka.” Aku berpindah ke bawah
tubuhnya dan menjalankan lidahku perlahan di atas celah vaginanya yang
lembut, tetapi kemudian aku meningkatkan intensitasnya, sehingga lidahku
mengenai klitorisnya. Tidak memerlukan waktu yang lama ketika dia
mencapai orgasme pertamanya, dia menjerit dalam kenikmatan, dan
menyemprot mukaku dengan cairan orgasmenya.

“Oh Ayah, rasanya sungguh nikmat, jangan berhenti” dia berkata

Aku berereksi penuh kembali. Sandie yang melihat penisku sudah siap
kembali sedang berusaha untuk mengambil posisi, ketika dia berusaha
keras memasukkan penisku di vaginanya, pemandangan itu sungguh lucu.

“Sandie, apakah kamu bisa berbagi dengan saudarimu dan memperbolehkan penisku memasukinya?

Mel menyadari bahwa dia bisa kehilangan keperawanannya dan aku melihat
dia sejenak berpikir keras, tetapi dia telah memutuskan. Secepat kilat
tangannya merebut penisku dari adiknya

“Ayah, apakah ayah akan menyetubuhiku dalam posisi misionaris?”

“Tidak sayang, aku berbaring dan kamu dapat berada diatas ayah, dengan
cara itu kamu dapat lebih nyaman, akan sedikit sakit, maka pelan-pelan
saja dan rilekskan dirimu.”

Ngentotin+Anak+%283%29 Cerita Sex Sedarah   Meraih Kenikmatan Bersama Kedua Putri Mungilku


Aku membaringkan tubuhku. Mel segera pindah berada di atas tubuhku,
dengan vaginanya yang perawan hanya beberapa senti saja jauhnya dari
batang penisku yang tegak mengacung. Sandie yang memegang penisku
menyiapkannya untuk menembus selaput dara kakaknya. Aku merasa inilah
keluarga, saling bekerja sama. Mel menurunkan dirinya pelan-pelan, dan
aku sedang menyaksikan semakin banyak dari batang penisku menghilang di
dalam vaginanya, sangat sempit, basah dan hangat. Aku mengharapkan Mel
untuk berhenti, tetapi ketika sampai di daerah selaput daranya, dia
hanya menurunkan pinggulnya hingga, batang penisku tenggelam hingga ke
pangkalnya.

“Jangan kuatir Ayah” dia berkata “Aku kehilangan keperawananku sudah lama. Dengan tangkai sikat rambut kesenanganku ”

Aku adalah mampu berbaring dan benar-benar memperhatikan kedua anak
perempuanku, kedua vaginanya mulus tak berambut, seperti halnya ibu
mereka, aku berpikir mungkin ibunyalah yang mengajari anak-anak
perempuan kami menjaga kebersihan diri dengan mencukur rambut pubicnya
setiap 2 minggu sekali.

Mel sedang menaik-turunkan pinggulnya diatas penisku, terkadang sengaja
mengangkat pinggulnya agak tinggi lalu kembali membenamkan seluruh
batang penisku di liang vaginanya yang hangat. Aku merasakan kalau dia
sudah orgasme paling sedikit 3 kali. Cairan vaginanya membanjir di
selakanganku. Sandie tidak mau ketinggalan, dia sedang menurunkan
pinggulnya di mukaku. Saat ini benar-benar saat yang paling menakjubkan
dalam kehidupanku. Kujilati celah vaginanya, dapat kurasakan kombinasi
rasa antara sisa maniku dan cairan vaginanya sendiri.

Dia sedang menggeliat, mengejang menahan kenikmatan yang datang dari
lidah ayahnya sendiri. Seperti mengendarai tongkat Pogo. Aku teringat,
ketika pada suatu Natal, mereka keduanya mendapatkan tongkat Pogo, dan
ketika mereka bermain aku berlarian untuk menjaga mereka agar jangan
sampai terjatuh. Dan sekarang ini mereka sedang menaik-turunkan tubuhnya
diatas tubuh ayahnya seperti mengendarai tongkat Pogo. Sungguh
fantastis!

“Ayah” Sandie berkata “Dapatkah ayah bermain di lubang duburku, aku menyukainya ketika ayah melakukannya tadi pagi”

Lidahku berpindah diatas lubang duburnya, membuatnya semakin basah. Aku
menggunakan kedua tanganku,kulebarkan pantatnya dan jariku mulai bermain
di vaginanya. Sementara kuselipan satu jari ke dalam lubang duburnya.
Tanpa menunggu lama, Sandie mengalami orgasme hebat, cairannya menetesi
mukaku.

Tak lama kemudia penisku sendiri tidak mampu menahan desakn gelombang
orgasme dari dalam. Menyemprotkan maniku dengan kuat di rahim putriku,
berkedut-kedut, memerasnya hingga tetes terakhir. Mel ambruk diantara
tubuhku dan adiknya. Nafas kami bertiga seperti habis berlari marathon.

Perasaanku bercampur baur jadi satu, tetapi ada rasa kepuasan yang menguasai emosiku.

“Anak-anak, kita tidak bisa diam seperti ini, aku ingin kalian berdua
segera bangun dan mandi. Setelahnya segera kembali lagi kemari”

Satu jam kemudian kita bertiga berbaring di tempat tidurku, dengan sprei
yang sudah diganti. Banyak sekali yang akan didiskusikan, tetapi
sekarang aku benar-benar memerlukan waktu untuk tidur.

Namun aku tahu, setelah semuanya yang telah terjadi, aku tidak mungkin bisa membiarkan diriku tertidur.

End..??