Cerita Sex 20 Tahun   Istri Cantik Pejabat Diperkosa Perampok
Rampookk……Rampookk..!!!!!!!
Siang hari di sebuah rumah kosong, kembali saya mematangkan rencana yang
telah kami susun dengan kedua anak buahku. Kali ini sasaran kami adalah
sebuah rumah mewah yang terletak dibilangan Jakarta Selatan. Kami
adalah sekawanan perampok yang menjunjung tinggi kode etik perampok,
artinya tidak pernah tercampur dengan tindak criminal lainnya.

Sebagaimana para netters ketahui bahwa di zaman yang serba sulit saat
ini, sangatlah sakit rasanya bila harus menahan lapar tiap hari
sementara banyak orang di luar sana yang sanggup mengeluarkan uang
ratusan ribu rupiah untuk sepiring nasi. Bahkan jauh lebih kenyang
rasanya makan di Warteg daripada makan sepiring nasi yang berharga
ratusan ribu tersebut. Setidaknya itulah bandingan kekontrasan yang
terlihat di negara ini.
Saya tidak katakan tidak setuju mereka menikmati hasil jerih payah
mereka. Dan tentu saya setuju kalau itu mereka dapatkan dengan kerja
keras mereka. Dengan berkaca pada situasi inilah saya juga ingin
merasakan paling tidak setengah dari keadaan tersebut. Tentu dengan
kerja keras juga, hanya mungkin caranya berbeda. Jika mereka merampok
dengan menggunakan dasi dengan wajah penuh damai, kami merampok dengan
cadar dengan wajah tertutupi. Itulah salah satu factor pendorong
terbesar sehingga terbentuklah kelompok ini.
Tepat jam 00.30 kami telah siap siaga di depan rumah mewah yang menjadi
sasaran kami dini hari ini. Dengan cekatan saya merintis jalan masuk ke
rumah yang diikuti anak kedua anak buahku. Satpam yang sedang ngantuk
saat itu dengan mudah kami ikat. Tentunya kami tidak mengalami kesulitan
masuk ke rumah ini karena hal ini kami adalah ahlinya.
  Cerita Sex 20 Tahun   Istri Cantik Pejabat Diperkosa Perampok
Rumah yang serba mewah dengan perabotan yang serba mewah pula. Terdapat
beberapa kamar yang harus kami periksa satu persatu. Dari tiga kamar
kami berhasil melumpuhkan tiga orang yang menurut perkiraanku adalah
pembantu. Terdiri dari dua wanita dan satu laki-laki yang kemungkinan
supir pribadi di keluarga itu. Kami sampai diruangan yang cukup besar
yang kurasa adalah ruang tamu. Terdapat photo keluarga yang terdiri dari
lima orang, yakni suami istri, anak perempuan dua dan satu laki-laki
yang kira-kira berumur dua puluhan.
Berpedoman pada photo tersebut, berarti kami harus membekuk lima orang
lagi. Akhirnya kamar yang laki-laki dapat kami temukan dan langsung kami
ikat dan satukan dengan para pembantu tadi. Dan selanjutnya kami
temukan kamar para wanita bersebelahan. Kami mengikat para gadis yang
mengenakan pakaian tidur tersebut. Sekilas wajah mereka tampak tidak
kalah dengan para artis dan sangat seksi dengan pakaian tidur mereka.
Tapi karena hal ini telah terbiasa bagi kami sehingga menganggapnya
angin lalu saja. Yang penting bagaimana melaksanaakan aksi ini dengan
sukses.
Karena kami kesusahan mencari kamar tidur utama, maka kami paksa mereka
untuk menunjukkannya. Tampaknya si gadis yang lebih tua tegar juga dan
tidak mau mengaku. Kesal bercampur gemas, saya tangkap buah dadanya.
“Auw.. Jangan..!” katanya tiba-tiba.
Sebagai lelaki normal, Berdesir darahku manakala memegang buah dada yang
ternyata tidak muat digenggamanku. Mungkin karena dia memakai pakaian
tidur membuat buah dadanya tidak terlihat menonjol. Seperti terhipnotis
dengan buah dadanya tersebut, tangan saya tetap membetot kedua buah
dadanya dan mata kami saling melotot. Tetapi akhirnya aku tersadar dan
lanjut bertanya.
“Dimana kamar orang tuamu.. Jawab! Aku tak ingin menyakiti kalian!” kataku dengan lembut tapi tegas.
“Di atas..” akhirnya dia menjawab juga.
Dengan sigap kami naik ke atas dan mendapati beberapa kamar. Tapi
tentunya siapapun dapat menebak mana kamar utamanya. Dengan berbagai
kunci yang kami punya akhirnnya kami dapat membuka pintu kamar tersebut
dengan tidak meninbulkan suara berisik.
Saya melihat dua sosok tubuh yang lagi tidur pulas di atas tempat tidaur
yang sangat mewah. Setelah saya mendekat dan mengarahkan pistol di
kepala si suami, saya berikan kode ke anak buahku agar menyalakan lampu
utama. Kemudian kamar itu terang benderang. Saya kaget setelah dapat
melihat dengan jelas wajah si suami tersebut. Siapa yang tidak mengenal
dia di negeri ini. Bukankah dia salah satu pejabat di negara ini?
Kenapa tadi saya tidak memperhatikan photo keluarga tadi? Ingin rasanya
mundur, tapi sudah terlanjur basah dan tentunya ini akan sangat
memalukan bagi para perampok lain bila berita ini terdengar besok dengan
judul “Sekawanan perampok menghentikan aksinya setelah mengenali wajah
korbannya”. Sangat mencoreng profesi perampok bila hal ini terjadi.
Berarti aksi ini harus dituntaskan. Kembali saya amati kedua tubuh suami
istri yang terlentang dengan menggunakan baju tidur itu. Kuamati pelan
istrinya dengan seksama. Wajah yang sangat cantik keibuan sama halnya
seperti ibu-ibu pejabat yang terhormat. Walau kutaksir sudah berumur
kepala empat, tapi siapapun lelaki pasti masih bergairah melihat tubuh
seperti ini.
Terlihat tonjolan di dadanya yang lumayan besar. Pandanganku turun ke
bawah.. Seerr.. Berdesir jantungku melihat salah satu kakinya tertekuk
ke samping yang membuat kakinya agak mengangkang sehingga baju tidurnya
tersingkap sampai ke pangkal pahanya. Terlihat ujung celana dalamnya
yang tentunya menutupi vaginanya. Warnanya hitam. Berlagak serius
kusuruh anak buahku keluar kamar untuk mencari barang-barang berharga
dengan meyakinkan aku sanggup mengatasi yang dua ini.
  Cerita Sex 20 Tahun   Istri Cantik Pejabat Diperkosa Perampok
Tidak dapat kuingkari lagi kalau detak jantungku sangat keras. Dilain
pihak saya menghormati komitmen perampok terhormat yang saya pegang
kuat. Tapi siapa laki-laki normal yang tahan melihat hal seperti ini?
Sensasi yang semakin kuat membuat aku perlahan mendekatkan wajahku ke
pangkal paha itu. Perlahan kuendus ujung vagina yang terlihat itu, uhh..
Semakin dekat sampai ujung hidungku menyentuh tonjolan vagina yang
masih terbungkus celana dalam itu.
Perlahan kusingkapkan lagi baju tidurnya ke atas. Pelan-pelan semakin
tampak gundukkan vagina istri pejabat tersebut. Saya singkapkan terus
sampai ke pinggang tanpa membangunkan orangnya, sementara Pak pejabat
masih mendengkur. Ternyata celana dalam yang dipakai ibu pejabat ini
hanya sanggup menutupi setengah gundukan vaginanya. Setengah bagian atas
gundukan vaginanya terbuka sampai terlihat sedikit garis yang membelah
vagina itu yang ditumbuhi rambut halus.
Perlahan kujulurkan lidahku ke gundukan vagina yang sangat tebal itu.
Kuusap-usapkan lidahku beberapa kali dari bawah ke atas sampai celana
dalam itu basah. Akibatnya tonjolan clitoris vagina nyonya pejabat itu
terlihat berbayang. Sengaja kuhindarkan persentuhan lidahku dengan kulit
ibu pejabat itu biar dia tidak terbangun.
Pinggul Bu pejabat itu bergerak perlahan kesamping yang membuat pahanya
semakin terbuka. Sementara batang zakarku yang sudah tegang terasa sakit
karena terjepit dengan celana dalamku. Kuambil gunting dari kantong
peralatan. Perlahan kusisipkan ujung gunting ke balik celana dalamnya
secara mendatar sehingga celana dalam itu terpotong. Tampaklah bentuk
vagina ibu pejabat itu secara utuh. Vagina yang sangat tebal terbelah
panjang dengan clitoris yang mencuat keluar dari bibir vagina itu
dihiasi dengan bulu-bulu halus rapi diseputar bibir vaginanya.
Nafsuku yang semakin tinggi membuat aku semakin berani. Kujilati
langsung belahan vagina ibu pejabat itu. Kuusapkan lidahku dari bawah
dekat dengan lubang anusnya sampai ke ujung clitorisnya.
“Akh..” tiba-tiba mulut ibu pejabat itu mendesis dan pinggulnya menghentak saat lidahku menyentuh clitorisnya.
Kuhentikan jilatanku karena kukira dia terbangun. Kutunggu sesaat
ternyata terdengar lagi dengkuran halusnya. Terus kujilati belahan
vaginanya dengan rakus, lubangnya yang merah tua dan juga sampai ke
pinggir gundukan vaginanya sampai ke pangkal pahanya.
“Akh.. Akh.. Akh..” mulai terdengar desisan istri pejabat itu dan
pinggulnya mulai bergerak naik turun mengikuti irama jilatanku di
vaginanya.
Sedangkan vaginanya sudah semakin membengkak sehingga terlihat semakin
menggembung ke atas dan basah. Mungkin dia lagi bermimpi sedang
bersetubuh dengan Pak pejabat saat ini. Tak tahan lagi dengan batang
zakarku yang terjepit, kukeluarkan melalui resleting celanaku. Sambil
menjilati vagina Bu pejabat sementara tanganku mengocok batang zakarku.
Kulihat lubang vagina nyonya pejabat itu mulai mengeluarkan lendir
berwarna bening agak putih.
Kupercepat kocokanku pada penisku sampai kurasakan mendekati puncak
sementara pinggul istri pejabat itupun semakin cepat begerak, turun naik
dan kadang berputar halus. Kuhentikan jilatanku pada vaginanya ternyata
pinggul itu terus bergerak.
“Ouhhss.. Aakhh.. Oohh..” desisan nyonya itu terdengar semakin berat.
Perlahan aku berdiri sambil mengocok batang zakarku. Pelan-pelan
kudekatkan penisku ke vagina Bu pejabat itu. Ujung penisku mulai
menyentuh bibir vaginanya dan perlahan kepala penisku kuarahkan ke
lubang vagina istri pejabat itu. Karena goyangan pinggulnya membuat
kepala penisku beberapa kali meleset dari lubang vaginanya.
Akhirnya kepala penisku bisa juga tepat di lubang vaginanya yang telah
menganga itu. Terasa vaginanya hangat. Dan mulai kutekan perlahan.
“Bless”
Amblas kepala penisku tepat di lubang vagina yang sudah seperti ingin
menelan batang zakarku. Tapi kalau kumasukkan semua nanti bisa
membangunkannya. Akhirnya penisku hanya ku gosok-gosok saja dari lubang
vaginanya sampai ke clitorisnya.
“Aahh.. Oohh.. Akhh..” desisan yang keluar dari mulut ibu pejabat itu semakin sering.
Dan aku juga semakin cepat dan kasar menggesek-gesek kepala penisku di
bibir vaginanya. Beberapa menit kemudian terlihat pinggul ibu pejabat
itu semakin naik ke atas yang membuat kepala penisku terbenam di lubang
vaginanya. Sesaat kepala penisku terbenam di lubang vaginanya, kurasakan
kepala penisku seolah digigit lubang itu dan kurasakan kedutan-kedutan
vaginanya. Dan “seerr.. Seerr.. Seerr.. Serr” begitu kurasakan cairan
keluar dari vagina istri pejabat itu menyirami kepala penisku.
Dan kurasakan juga spermaku hendak mau tumpah. Karena ruang gerakku terbatas, kutekan saja batang zakarku ke lubang itu dan..
“Crroott.. Crroott.. Crott.. Crot.” spermaku menyembur begitu banyaknya kusemprotkan ke lubang vagina nyonya pejabat itu.
Sebentar kemudian kubersihkan kepala penisku dengan mengusapkannya ke
clitoris dan gundukan vaginanya. Lega dan terasa ringan rasanya badanku
sekaligus sedikit lemas. Kumasukkan penisku ke dalam celanaku dan
kututupi kembali vagina istri pejabat itu dengan menurunkan baju
tidurnya sementara celana dalamnya kumasukkan ke kantongku.
“Bos, sepertinya penyimpanan uang dan barang berharga ada di kamar ini.”
Tiba-tiba anak buahku masuk ke dalam kamar. Untung semuanya telah selesai sehingga wibawaku dapat terjaga.
 
 “Oke.. Mari kita ikat kedua orang ini” kataku.
Kemudian kami mengikat suami istri itu yang sekali gus membangunkan mereka.
“Siapa kalian?!” suara Pak pejabat setengah membentak.
“Diam dan patuhi perintah kami biar tidak ada yang terluka,” kataku dengan berwibawa yang membuat ciut nyali Pak pejabat itu.
Pertama kami mengikat Pak pejabat dengan kedua tangannya ke belakang dan
kakinya juga dengan posisi duduk dan kaki tertekuk. Sementara istrinya
sangat katakutan melihat todongan pistol kami. Sepertinya dia tidak
sadar kalau tidak mengenakan celana dalam lagi. Sementara saya mengikat
istrinya, kedua anak buahku memeriksa semua lemari yang ada di kamar
itu. Kedua tangan si nyonya kuikat ke depan tapi tersambung dengan
ikatan pada kedua kakinya sehingga dia tidak bisa duduk. Mereka kami
taruh di lantai yang berlapis karpet mewah itu. Mereka tentunya takut
berteriak karena todongan pistol kami.
Setelah kami menemukan barang-barang berharga dan sejumlah uang tunai,
secepatnya kami bergegas meninggalkan mereka. Kusuruh anak buahku duluan
mengantar barang-barang tersebut ke mobil kami. Mereka kira aku tidak
memperhatikan, mereka meronta-ronta hendak melepaskan tali pengikat.
Tapi tiba-tiba aku menoleh ke mereka yang membuat mereka langsung
terdiam. Mungkin karena berusaha melepaskan tali, membuat baju istri
pejabat itu tersingkap sehingga memperlihatkan pantatnya yang bulat.
  Cerita Sex 20 Tahun   Istri Cantik Pejabat Diperkosa Perampok
Posisinya tertidur menyamping dengan kaki dan tangan terikat jadi satu.
Sehingga aku dapat melihat lekukan pinggulnya yang sangat indah. Kulihat
pantatnya yang berhadapan denganku saat itu.
“Ooohh..” tiba-tiba aku tersentak melihat pantatnya yang bulat.
Vaginanya terjepit diantara kedua belah pahanya. Terlihat wajah kedua
suami istri itu cemas dengan apa yang akan kulakukan. Mereka heran
bagaimana bisa sang nyonya tidak mengenakan celana dalam lagi. Perlaha
kudekatkan wajahku ke belahan pantat dan vagina si nyonya yang terjepit
pahanya.
Kembali jantungku berdebar kencang tak teratur. Siapa yang tahan lihat
pemandangan seperti ini. Wajah si nyonya tampak semakin cemas saja
melihat aku mulai mengendus vaginanya.
“Tolong jangan sentuh istriku, ambillah semua yang ada asal jangan kau ganggu istriku..” kata Pak pejabat memohon.
Bukannya aku tak berperasaan, tetapi apapun rasanya tak sanggup untuk
menggantikan vagina istrinya yang telah membuat birahiku naik.
Kujulurkan lidahku sampai menyentuh bibir vagina si nyonya yang
sekaligus menyentuh clitorisnya yang keluar dari bibir vaginanya.
“Auwww.. Jangan.. Kumohon.. Jangan sentuh aku..” kata si nyonya memohon.
Dengan posisi seperti ini, berarti dia memunggungi aku. Dia berusaha
menoleh ke arah wajahku yang mulai menjilati vaginanya.
“Auhh.. Jangan.. Auhh..” katanya dengan suara memelas dan kegelian.
Aku tak perduli lagi, kali ini aku mau merasakan vaginanya secara utuh,
sebagai balasan yang tadi. Kembali kujilati bibir-bibir vaginanya sambil
mengelus-elus bongkahan pantatnya yang bulat besar. Terlihat belahan
pantatnya membelah sampai ke vaginanya, sungguh pemandangan yang sangat
indah.
Sementara batang zakarku kembali tegang. Segera kubuka semua pakaianku
tanpa melepas cadar zorro ku. Sepertinya Pak pejabat sudah pasrah,
mungkin sebagai lelaki dia dapat merasakan apa yang kurasakan, yaitu
nafsu yang harus dituntaskan. Untuk itu sia-sia saja dia memohon bila
sudah sejauh ini.
Kemudian kubuka pakaian tidur istrinya dengan mengguntingnya.
Terpampanglah tubuh nyonya pejabat yang sangat mulus dan putih.
Kugunting lagi BH nya dan tersembullan buah dadanya yang lumayan besar
dan sudah mulai mengeras. Kedua tanganku meraba buah dadanya dari
samping. Kuremas-remas dengan gemasnya.
“Akhh.. Jangan.. Akhh..” saya jadi merasa lucu tidak bisa membedakan larangan atau erangan yang keluar dari mulutnya.
Sambil meremas buah dadanya, kuciumi tengkuknya sampai ke punggungnya yang membuat bulu romanya merinding.
“Akhh.. Tolong.. Jangan teruskan.. Akhh..” katanya lagi berusaha menghentikanku.
Sementara badannya menggeliat-geliat merespon ciumanku. Ciumanku terus
turun menyusuri pinggangnya yang ramping sampai ke buah pantatnya.
Kujilati buah pantatnya dua-duanya. Kugigit daging pantatnya yang
kenyal.
“Auwww.. Sakit..” erangnya kesakitan.
Kususupkan kepalaku ke pusarnya yang terjepit diantara ikatan tangan dan
kakinya. Kujangkau sedapat mungkin bagian depan vaginanya sampai bagian
itu basah dengan ludahku. Puas dengan itu, kembali kedua tanganku
meremas dua buah pantatnya sementara mulutku melumat bibir vaginanya
yang terjepit tanpa tersisa. Lubang vaginanya mulai mengeluarkan lendir
bening, pertanda dia juga mulai terangsang.
Kujilati kedua batang pahanya yang mulus dan kembali lagi ke lubang vaginanya. Kucoba memasukkan lidahku ke lobang vaginanya.
“Auw.. Jangan.. Akhh.. Jangan..” dia mulai menangis tapi seperti kenikmatan juga.
Mungkin karena di depan suaminya membuat dia tersiksa antara menikmati
tapi takut dengan suaminya. Sebenarnya aku masih ingin berlama-lama
dengan tubuh nyonya pejabat ini tapi karena keburu pagi dan anak buahku
terlalu lama nunggu dan bisa curiga, akhirnya aku berusaha
menuntaskannya.
Tubuhku kurebahkan dan mensejajarkan dengan posisi tubuhnya dimana
bagian tubuhnya yang sebelah kiri berada dibawah. Dia memunggungiku
sementara badanku menghadap punggungnya. Perlahan kupaskan posisi
selangkanganku dengan pantatnya yang membuat batang zakarku menyentuh
belahan pantat dan bibir vaginanya. Tanganku yang kiri kususupkan dari
bawah tubuhnya sampai dapat menggenggam buah dadanya sebelah kiri.
Kupegang dengan erat yang membuat dia mengerang.
“Akhh.. Aaku mau diapakan..” tanyanya.
Tangan kananku mulai menggenggam batang zakarku dan mengarahkannya ke lubang vaginanya yang terjepit pahanya.
“Auw.. Jangan.. Tolong.. Jangan dimasukkan..” katanya sambil menjauhkan
vaginanya dari penisku yang mulai menyentuh bibir vaginanya.
Biar tidak bergerak, kuangkat kaki kananku dan meletakkan diatas
pinggulnya serta mengunci pergerakannya. Setelah tenang kembali
kuarahkan batang zakarku ke lubang vaginanya.
  Cerita Sex 20 Tahun   Istri Cantik Pejabat Diperkosa Perampok
Perlahan kuselipkan kepala penisku ke lubang vaginanya, dan..
“Auw.. Jangan.. Kumohon jangan masukkan..” katanya mengerang.
Tapi aku tak perduli lagi, kutekan pantatku sampai kepala penisku terbenam di jepitang lubang vaginanya.
“Pah.. Gimana donghh.. Ini..” katanya sambil menoleh ke suaminya yang wajahnya memerah.
Tapi Pak pejabat tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kurasakan kepala
penisku sudah mantap terjepit di lubang vaginanya, kemudian tangan
kananku meraih buah dadanya yang satu lagi.
“Tolong.. Jangan.. Tekaann.. Auw..” tiba-tiba dia menjerit ketika
kutekan penisku hingga batang zakarku amblas semuanya yang membuat
tubuhku sampai melengkung.
“Bleessek” suara batang zakarku menyusuri liang vaginanya.
Sesaat kudiamkan penisku didalam liang vaginanya. Kuciumi tengkuknya dan
berusaha menciumi bibirnya tapi tidak sampai. Perlahan kuayun pantatku
mengocok vaginanya. Karena terjepit pahanya membuat lubang vaginanya
agak keset dan nikmat sekali rasanya.
“Akhh.. Hentikan..” katanya masih menangis berusaha menolak nikmat yang semakin dia rasakan.
Kupercepat ayunan pantatku membuat badannya terdorong-dorong ke depan.
“Auw.. Auwww.. Akhh..” erangannya keluar setiap penisku kudorong kedepan.
“Akhh.. Pahh.. Tolongin.. Pahh.. Akhh..” tiba-tiba kurasakan tubuhnya mengejang, pahanya semakin keras menjepit kontolku.
Badannya semakin menggulung ke depan menyebabkan badanku semakin ikut
melangkung karena tertarik kontolku yang dijepit kuat vaginanya.
“Akkhh.. Pahh..” erangnya disaat kurasakan kepala zakarku disirami oleh cairan orgasmenya didalam liang vaginanya.
Kemudian dia lemas dan pasrah ketika semakin cepat kugoyang tubuhnya.
Pak pejabat sekilas kulihat malah menonton keluar masuknya batang
zakarku di vagina istrinya. Nampak wajahnya merah padam, mungkin ikut
terbawa suasana juga. Beberapa menit kemudian aku ingin menuntaskan
permainan ini. Kupercepat kocokan penisku di vaginanya, sampai
menimbulkan bunyi, blessep.. bleessep.. blep, perpaduan antara batang
zakarku dengan lubang vagina ibu pejabat itu.
Sesaat kemudian kudekap erat tubuhnya. Kedua tanganku dengan kuat membetot buah dada nyonya besar itu.
“Auwww..” jeritnya kaget merasakan ketatnya genggaman tanganku di buah dadanya.
Kemudian kaki kananku kembali kuletakkan di atas pahanya dan menjepitnya
dengan kuat. Dengan pegangan yang kuat terhadap buah dadanya dan
disertai jepitan kakiku di sekitar pahanya, kutekan penisku perlahan ke
dalam liang vaginanya sampai mentok terganjal buah pantatnya. Walaupun
sudah mentok, kudorong terus sekuat tenaga sampai tubuhnya terdekap
dengan sangat kuat oleh tangan dan kakiku.
“Akhh.. Ohh.. Ampuunn..” erangnya masih dengan malu-malu mengeluarkan
ekspresi kenikmatannya. Kelihatannya dia juga hendak orgasme yang kedua
kalinya. Kurasakan dia juga mendorong pantatnya dengan kuat agar batang
zakarku lebih dalam masuk ke laing vaginanya.
“Akhh..” erangan suaraku sangat berat melepaskan spermaku ke liang vaginanya.
“Cabuutt.. Jang.. an.. Keelluuaarrkhaann.. Di.. Dal.. lam..” katanya
disaat spermaku muncrat didalam rahimnya tetapi sudah tidak kuperdulikan
lagi. Spermaku terasa muncrat menembaki dinding rahimnya yang membuat
banjir liang vaginanya.
“Aukhh.. Akhh.. Oohh..” tiba-tiba tubuhnya juga mengejang sampai
melengkung ke depan. Kurasakan lagi semprotan cairan orgasmenya
menyirami kepala penisku.
“Ahh..” erangnya lagi di sisa-sisa orgasmenya sementara masih terasa kedutan vaginanya mengurut-urut batang zakarku.
Tubuh kami berdua melemas. Untuk sesaat masih kudekap tubuhnya dan
membiarkan batang zakarku tetap terbenam didalam liang vaginanya. Kami
berdua terdiam dan dia juga tidak memperdulikan suaminya lagi. Mungkin
ini kenikmatan yang paling indah dia rasakan dengan tubuh yang terikat.
Beberapa saat kemudian kucabut penisku dari dalam vaginanya.”Plop!”
terdengar suara dari lubang vaginanya manakala penisku tercabut.
“Akhh..” erangnya lagi merasakan gesekan penisku meninggalkan liang vaginanya.
Segera kukenakan pakaianku. Sesaat kutatap mereka berdua.
“Maaf.. Pak, Bu, saya tidak bisa menahan diri,” kataku sambil berlalu meninggalkan kamar itu.
Di tangga kudapati anak buahku mau menyusul aku. Mereka takut apa yang
terjadi padaku di atas. Setelah kubilang semuanya aman dan terkendali,
kami bergegas meninggalkan rumah itu dengan hasil yang paling besar
artinya sepanjang karirku merampok.
Sesaat kami hendak meninggalkan rumah itu, terdengar dari atas suara teriakan seorang perempuan.
“Rampookk..!”
 
E N D