inez+emang+sexy+abiz+(1) Cerita Seks Dewasa 18+ Mencabuli Gadis yang Pingsan di Pantai
Hallo nama saya David. Saya ingin mencoba berbagi pengalaman saya yang
sangat menarik. Karena ini adalah pengalaman saya berkenalan dengan
seorang gadis dengan cara yang tak pernah terbayangkan oleh anda.
Pengalamanku ini terbilang langka. Sebab akupun sampai sekarang masih
belum percaya akan hal yang telah aku alami itu. Aku adalah seorang
remaja berumur 16 tahun. Pada umurku yang segini, tinggi badanku hanya
165cm. Badanku ideal, dan wajahku agak sedikit tampan. Suatu hari ketika
aku sedang mangikuti karyawisata di sekolahku yang kebetulan waktu itu
sekolahku mengadakan karyawisata ke sebuah pantai di jawa barat. Kami
sampai disana pada jam 2 dini hari. Otomatis semua guru dan siswa
kelelahan dan lansung tidur. Tapi tidak dengan aku, karena di bis aku
sempat tertidur maka aku bisa tertidur ketika waktu manunjukan tepat
pukul 4 dini hari.
 
Siangnya aku terbangun sekitar jam 9. Dan ketika terbangun aku heran
kaena teman-teman sekamarku semuanya tidak ada. Waktu itu aku segera
keluar kamar dan melihat bis sudah tak ada. Ternyata mereka sudah pergi
ketempat tujuan mereka. Ketika aku menanyakan kepada cleaning servis di
situ, ternyata benar. Sekitar jam 7 pagi tadi mereka sudah berangkat.
Aku sangat kesal akan hal itu, kesal karena tidak ikut dan kesal karena
temanku tidak membangunkan aku. Karena masih kesal, aku langsung keluar
dan bejalan-jalan di pantai. Karena kebetulan hotel kami menginap
berdekatan dengan pantai.
 
Ketika sampai di pantai, aku merasa heran karena pantai ini sangat sepi,
tak ada seorangpun ada disini. Tapi aku langsung menarik kesimpulan
bahwa pantai ini sepi karena pantai ini bukan pantai pariwisata. Tanaman
di pantai ini cukup tinggi dan banyak sekali sampah disini. Mungkin
karena itu oang tidak suka dengan pantai ini. Dengan bertelanjang kaki,
aku menelusuri pantai ini. Sepanjang pantai aku hanya menemukan sampah
plastik dan sampah bekas makanan instan.
 
Ketika hatiku mulai tenang, tiba-tiba aku melihat sesosok tubuh yang
tergeletak di tepi pantai. Aku segera berlari menghampirinya, dan segera
menyeretnya ke bawah pohon yang cukup rindang. Ketika kuperhatikan,
ternyata dia adalah seorang gadis yang yang sebaya dengan saya dan dia
berparas cantik dengan rambut panjang. Gadis itu memakai pakaian renang
yang cukup indah. Aku coba memeriksa denyut nadinya dan ternyata denyut
nadinya masih bergerak dan suhu tubuhnya pun masih hangat. Saya pikit
dia hanya pingsan dan terseret oleh air laut ke sini. Tapi aku masih
merasa heran, darimana datangnya dia.
 inez+emang+sexy+abiz+%287%29 Cerita Seks Dewasa 18+ Mencabuli Gadis yang Pingsan di Pantai
 
Lalu aku coba memeriksa sekujur tubuhnya siapa tahu ada identitas
tertinggal di sana. Tapi ketika aku memeriksa tubuhnya, langsung timbul
pikiran-pikiran ngeres di otakku. Sesekali aku sentuh dadanya yang
lumayan besar. Dan aku selalu memperhatikan pada bagian vagina. Tak
terasa kemaluanku sudah berdiri tegak. Ketika itu timbullah niatku untuk
berbuat cabul terhadap gadis itu. Sedikit demi sedikit aku
menyingkirkan celana renangnya yang menutupi vaginanya.
 
Ketika sudah terbuka terlihatlah bukit kecil dengan bulu yang sangat
terawat. Aku langsung menyentuh mulut vaginanya. Karena tak tahan aku
langsung malepas celanaku dan langsung mengocok kemaluanku sambil aku
menggesek-gesekkan jariku ke mulut vaginanya itu. Tapi karena aku masih
belum merasa puas dengan hanya beronani, aku mencoba untuk
menyentuh-nyentuhkan kemaluanku ke mulut vagina itu.
 
“Aahh.. ternyata vaginanya hangat sekali.. mmhh..”
 
Karena aku masih belum merasa puas juga, akhirnya aku langsung
melepaskan semua pakaian renangnya. Dan setelah terlepas ternyata tubuh
gadis itu lebih indah dari sebelumnya. Tanganku langsung meraih
payudaranya yang putih dan meremas-remas payudara itu. Kemaluanku yang
terus berdiri, kugesek-gesekkan dengan mulut vaginanya itu. Tak puas
dengan itu, aku langsung memainkan puting susunya yang berwarna pink.
Dengan tangan kiri masih memegang payudaranya, tangan kananku bergerak
menuju vaginanya. Lalu kucoba menusuk-nusukkan jariku kedalam lubang
vaginanya yang ternyata masih rapat sekali.
 
Ketika jariku berhasil masuk ke dalam lubang vaginanya itu, tiba tiba
gadis itu bergerak. Aku langsung menghentikan kegiatanku itu kerena aku
sangat terkejut sekali. Dan setelah ku perhatikan ternyata dia masih
pingsan. Aku sempat menunggu beberapa saat untuk memastikan dia tak
bergerak. Lalu setelah yakin dia tak bergerak, kembali aku memainkan
vaginanya dengan jariku. Kucoba untuk menikmati hal itu, aku langsung
mendekatkan wajahku ke depan mulut vaginanya itu. Kulihat mulut
vaginanya itu sangat merah dengan lubang yang sedikit basah.
 
Lalu aku langsung manciumi mulut vagina itu sambil kedua tanganku
membuka lebar mulut vaginanya. Setelah beberapa saat aku menciumi mulut
vaginanya, lidahku kujulurkan untuk memainkan klitorisnya. Kurasakan
nafas gadis itu menjadi sedikit lebih kasar. Nafasnya menjadi lebih
cepat. Dan ketika nafasnya makin cepat, tiba-tiba dari lubang itu keluar
cairan putih yang hangat membasahi wajahku.
“Wah.. aku berhasil membuatnya orgasme.. sekarang gilian saya harus orgasme..”
 
Aku langsung mempersiapkan kemaluanku yang sudah mencapai ukuran
maksimal untuk memcoba memasuki lubang vaginanya. Aku langsung mencoba
memasukkan kemaluanku ke dalam vagina itu dengan menggesek-gesekan
kemaluanku terlebih dahulu, tapi ketika aku akan memasukan kemaluanku ke
dalam lubang vaginanya ternyata lubang vaginanya itu terlalu sempit
untuk dimasuki. Kemaluanku malah membengkok. Aku pun mencoba membantu
kemaluanku dengan tanganku dan akhirnya kemaluanku berhasil masuk. Aku
terus mencoba untuk memasukan kemaluanku hingga semua batang kemaluanku
masuk kedalam.
 inez+emang+sexy+abiz+%285%29 Cerita Seks Dewasa 18+ Mencabuli Gadis yang Pingsan di Pantai
 
Setelah berhasil masuk kedalam lubang vagina itu, kurasakan pijatan pada
batang kemaluanku dan hangatnya lubang vagina itu mambuat kemaluanku
semakin keras berdiri.
“Aahh.. ternyata vagina itu sangat manyenangkan.. hangat sekali..”
Aku langsung mengangkat pinggul gadis itu sejajar dengan kemaluanku.
Lalu dengan perlahan aku gerakan pinggulku ke depan dan kebelakang.
“Aahh.. enak sekali..”
Setelah beberapa saat aku menggenjot, aku mencoba mempercepat genjotanku hingga akhirnya nafsuku telah sampai pada puncaknya.
“Aahh..!!”
 
Bersamaan dengan desahan panjang dari mulutku, aku keluarkan semua
maniku dalam tubuh gadis itu. Aku langsung terkulai di pasir pantai. Aku
membaringkan tubuhku di samping gadis itu. Aku barbaring sambil
memandang ke atas dan sesekali aku memandang wajah gadis itu yang
terlelap dengan wajahnya yang lugu. Dan sesekali aku memegang
payudaranya yang sangat menggoda.
 
Hingga sore menjelang, aku terus memainkan tubuhnya karena aku tak mau
melewatkan kesempatan ini. Beberapa saat aku berpikir untuk menemani
gadis ini hingga sadar. Tapi kadang aku merasa takut akan apa yang telah
aku lakukan tadi. Tapi setelah berpikir beberapa kali, akhirnya aku
memutuskan untuk menemani gadis itu hingga siuman. Ditemani api unggun
dan debur ombak, sambil bersandar di pohon aku memeluk gadis itu dari
belakang. Dan walaupun begitu pikiran kotorku tak pernah hilang. Sambil
aku memeluknya, mencoba untuk menghangatkannya, tanganku tak
henti-hentinya memegangi payudaranya yang waktu itu dia masih telanjang
karena aku tidak ingat untuk memakaikan pakaian renangnya.
 
Aku melihat jam tanganku, dan waktu menunjukan tepat jam 7 malam.
Beberapa saat kemudian akhirnya dia siuman. Dia langsung terkejut dan
berdiri manjauhiku.
“Hey..! apa yang kamu lakukan. Kenapa aku telanjang!”
“Eeit.. tenanglah. Diam dan dengarkan aku.. aku akan menjelaskan semuanya!”
 
Kemudian akupun menjelaskan semuanya, dari mulai aku menemukan dia
sampai dia siuman. Mendengar ceritaku dia sempat meneteskan air mata.
Dengan air mata bercucuran, dia menceritakan semuanya. Kami kemudian
berkenalan dan namanya Dila. Dan ternyata dia adalah putri dari seorang
jutawan dari kota X. Dia terseret ombak ketika dia sedang berenang di
pantai dan dia tak sadarkan diri hingga dia bangun disini.
“Begitulah semuanya berawal.. “
“Oohh jadi begitu..”
“Vid, kamu bisa tolong saya..”
“Iya apa saja!”
“Tolong hangatkan saya.. saya kedinginan dan saya tidak bawa pakaian, pakaian saya basah.”
“Eemmhh.. baiklah”
 inez+emang+sexy+abiz+%282%29 Cerita Seks Dewasa 18+ Mencabuli Gadis yang Pingsan di Pantai
 
Kemudian dia mandekatkan tubuhnya yang putih ke tubuh saya. Dia hanya memeluk lututnya di dalam pelukan saya.
“La, kalo kamu cuma begitu kamu akan kedinginan”
“Lalu aku harus gimana?”
“Agar tidak kedinginan kamu harus bergerak.”
“Contohnya apa?”
“Eemmhh.. gimana kalo .. kalo kita itu.. eemmhh.. ML”
“Apa..!”
“Mau nggak?”
“Mau sih.. tapi..”
“Sudahlah lakukan aja..” kataku sambil terus memeluk dan menciumnya dengan lembut.
Beberapa saat kamu berciuman dengan tubuh tanpa busana. Sesekali tanpa
disengaja kemaluanku yang sedang berdiri menyentuh-nyentuh perutnya.
setelah beberapa menit kami berciuman, aku langsung menarik mulutku dari
mulutnya. Aku langsung menyuruhnya untuk mengulum kemaluanku yang sudah
lama berdiri.
“sekarang kamu kulum penis saya..!”
 
Tanpa banyak bicara dia langsung menuruti semua apa yang saya katakan.
Dia langsung mengulum kemaluanku. Pertama dia masih ragu, tetapi setelah
beberapa saat dia mengulum kemaluanku akhirnya dia menikmatinya.
Nafasnyapun mulai cepat.
“mmhh.. bagus sekali .. iya terus mmhh..”
Setelah beberapa menit dia mengulum kemaluanku akhirnya aku sudah
mencapai puncak. Aku mengeluarkan maniku kedalam mulutnya dan dia pun
langsung mengeluarkan maniku dari mulutnya.
“Kamu jorok banget, kok kencing di mulut saya. Mana asin lagi!”
“Ehh..! kamu kok spermanya dibuang, itu namanya orgasme bukannya
kencing. Dan kalo orang lain, spermanya suka di minum. Katanya sih biar
awet muda”
“Oohh gitu ya..”
“Iya sekarang giliran saya jilatin vagina kamu..!”
 
Kemudian dia langsung merebah di pasir dan membuka selangkangannya
lebar-lebar. Kemudian aku memulai dengan menciumi pahanya lalu berpindah
ke dadanya lalu ke perutnya lalu aku manciumi mulut vaginanya. Setelah
seluruh permukaan mulut vaginanya aku kulum, aku mencoba membuka
vaginanya lebar lebar dan langsung menghisap klitorisnya yang terasa
lebih keras.
“aahh.. geli sekali..!”
 
Aku langsung memainkan klitorisnya yang tersasa hangat dimulutku. Dia
pun mengeluarkan desahan-desahan kecil yang membuatku semakin ingin
melumat seluruh vaginanya. Setelah beberapa saat aku melumat vaginanya
itu, aku langsung menghentikan kegiatanku itu.
“Eehh.. kenapa berhenti! Lagi enak nih..!”
“Tunggu dulu biar lebih nikmat..”
 
Tanpa banyak bicara lagi, aku langsung meraih kemaluanku yang sudah
berdiri lagi. Aku langsung mengarahkan kemaluanku kearah vaginanya yang
sudah terlihat basah sekali. Dan ketika aku memasukannya ternyata kali
ini lebih mudah dari sebelumnya. Diiringi desahan yang sedikit keras,
aku tanamkan kemaluanku dalam-dalam.
“Aahh..!! Sakit..!”
Lalu perlahan aku mulai manggenjot pinggulku. Perlahan desahan sakit yang keluar dari mulutnya berubah menjadi desahan nikmat.
“Ahh.. enak.. ayo terus..!”
Ditengah aku sedang menggenjot vaginanya, aku langsung menyuruhnya untuk bangkit.
“Dila.. kita coba dogy style..!”
“Apa tuh..?”
“Sekarang kamu nungging seperti anjing..”
“Oohh.. baiklah..”
Kemudian dia menungging dan aku langsung menyambut vaginanya dari
belakang. Lalu akupun langsung menggenjot kembali pinggulku ini.
 
“Aahh.. aahh.. enak mmhh..”
Setelah hampir mancapai puncak, aku langsung mempercepat genjotanku yang
mambuat timbulnya suara benturan pinggulku dengan pantatnya. Dan dengan
diiringi desahan panjang dari mulutnya, terasa cairan hangat membasahi
kemaluanku. Aku pun terus mampercepat genjotanku dan akhirnya aku pun
mengeluarkan maniku didalam tubuhnya. Dan kamu pun langsung terkulai
lemas di pasir pantai. Kami barbaring sambil saling berpelukan. Kamipun
tertidur disaksikan oleh cahaya bulan dan deburan ombak. Pagi-pagi
sekali kami terbangun dan dia segera memakai pakaian renangnya kembali.
Aku langsung mengantarnya pulang ke villanya yang letaknya ternyata tak
jauh dari hotel tempat aku menginap. Kami sempat bertukaran no. telepon
sebelum kami berpisah.
Setelah sampai di hotel, saya melihat rombongan sekolah saya telah kembali ke hotel dan bersiap untuk pulang.
“kamu dari mana aja Ton! Kok baju kamu kotor begitu.. semalem tidur dimana..!” tanya temanku .
“Aahh enggak, dari pada aku boring di hotel mendingan aku keluar. Gara-gara kalian juga aku nggak ikut.. huh dasar!”
“Pokoknya kamu nyesel banget lah nggak ikut..”
“Eit.. tunggu dulu. Yang nyesel itu pasti kalian bertiga, pake ninggalin segala..!”
“Emangnya kenapa..?”
“Ah ada aja..!”
“Wah.. ni anak bisa aja bikin penasarannya..”
 
Kemudian kamipun pulang dan sesampainya di sana saya langsung menelepon
Dila. Dan ternyata dia sedang ada di kotaku. Kamipun segera menentukan
tempat untuk ketemuan. Dan yang pasti setelah kami ketemuan, kami
melakukannya lagi. Setelah saat itu kami pacaran hingga sekarang. Untuk
menjaga agar hubungan kami tidak rusak karena hamilnya dia, aku
memintanya agar meminum pil KK…
End..